Cerita Sex Ksatria Terakhir – Part 2

Cerita Sex Ksatria Terakhir – Part 2by adminon.Cerita Sex Ksatria Terakhir – Part 2Ksatria Terakhir – Part 2 Aku menatap pusara nora yang kugali dengan tanganku sendiri, teringat wajahnya yang perlahan lahan hilang tertutup tanah yang lembab itu, waktu terasa begitu lambat angin bertiup pelan menambah hening suasana sehening hatiku.”Sayangku aku akan pergi berperang, aku tahu sebanyak apapun kepala yang akan kupenggal, takkan mengembalikanmu kedunia ini, untuk bersamaku […]

multixnxx-Brown hair, Asian, Skinny, Bikini, Pornsta-1 multixnxx-Brown hair, Asian, Skinny, Bikini, Pornsta-2 multixnxx-Brown hair, Asian, Skinny, Bikini, Pornsta-3Ksatria Terakhir – Part 2

Aku menatap pusara nora yang kugali dengan tanganku sendiri, teringat wajahnya yang perlahan lahan hilang tertutup tanah yang lembab itu, waktu terasa begitu lambat angin bertiup pelan menambah hening suasana sehening hatiku.”Sayangku aku akan pergi berperang, aku tahu sebanyak apapun kepala yang akan kupenggal, takkan mengembalikanmu kedunia ini, untuk bersamaku lagi. Tapi aku percaya semakin banyak darah yang kutumpahkan, semakin dekat langkahku untuk bertemu denganmu disana. Tunggu aku sayang” itu janji yang aku ucapkan dalam hatiku hanya untuk nora. Aku bisa saja saat ini langsung menggorok leherku untuk menyusul nora dialam baka tapi itu bukan aku, aku adalah prajurit dan kematianku hanya dimedan pertempuran. Aku kembali mengenakan seragam lamaku masih melekat darah nora disaat terakhirnya dimana dia tak rela seragam ini dinodai oleh manusia manusia biadab tersebut hingga dia dibunuh saat memeluk seragamku ini
“Kapten ayo kita berangkat mereka pasti belum jauh” jahsen menyadarkanku.”Iya ayah ayo kita susul mereka”jawabku datar dan dingin.”Jangan panggil aku ayah kapten, aku sekarang bawahanmu”jawab jahsen dengan suaranya yang berat.aku tertegun ketika berpaling melihat jahsen menggenakan seragam pasukan pengawal yang sudah tua.”Jahsen kau?..” Tanyaku heran.”Ya kapten kita sama sama pasukan pengawal, aku mengabdi pada ayah sir alderston, jauh sebelum engkau bergabung. Setelah ibu nora meninggal aku memutuskan untuk mengasuh nora sendiri jadi aku meninggalkan kesatuan yang ku banggakan untuk hidup menjadi orang biasa dan membesarkan nora dan sekarang mereka mengambil noraku..kini tak ada lagi alasan bagiku untuk hidup damai kembali” jahsen menitikkan air mata bibirnya bergetar, prajurit tua itu tidak kalah hancurnya dibandingkan aku
Setelah mempersiapkan diri kami lalu melakukan perburuan terakhir kami, meski dengan berlari tapi dari pengalaman berburu jahsen kami dapat membaca jejak patroli kerajaan yg sedang menuju arah timur, menurut jahsen sepertinya mereka akan kembali ke markas garnisun mereka. Kami pun berlari secepat mungkin melewati jalan pintas yang sdh kami hafal karena ini jalur berburu kami, saat kami berlari kami hanya diam tak banyak berkata, kami tidak merasa lelah dipikiranku hanya bagaimana cara menghabisi semua prajurit patroli tersebut, apakah dengan langsung menebas kepala mereka atau dengan perlahan lahan sambil mendengar erangan kesakitan mereka
Setelah berlari cukup lama kami melintasi sebuah perkampungan yang kondisinya sangat memprihatinkan banyak mayat bergelimpangan dan yang membuat miris seorang bocah yang mati tergantung disebuah pohon didepan rumahnya. Perempuan dan pria menangis meratapi kepergian keluarga mereka yang tragis.”Kalian prajurit pengawal?” Tanya seorang pria menghentikan langkah kami.”Mereka kemana?” Tanya jahsen.”Ke arah timur..kalian mau mengejar mereka kami ikut kami mau bergabung”jawabnya bergetar.”Ini bukan perang kalian ini perangku” jawabku menatap tajam pria itu.”Apa..pribadi! tidakkah kau liat sekelilingmu..ini juga pribadi mereka baru saja memperkosa dan membunuh istriku didepan mataku!aku juga mau kepala mereka!”Jawab pria itu histeris.”Kalau kalian ikut kematian akan terus mendatangi kalian” jawabku sambil kembali berlari bersama jahsen, kami tidak mau membuang waktu dan kehilangan buruan kami
Kami berlari menerobos lebatnya hutan dari jejak mereka jarak mereka sudah tidak jauh lagi, maka aku dan jahsen mengitari bukit dari arah kiri untuk menyergap mereka. Tidak lama kemudian kami sudah berada diposisi yang strategis untuk menyerang secara mendadak.aku merintahkan jahsen untuk menyerang prajurit yang paling belakang sedang aku menghadang didepan. Tidak lama sekumpulan prajurit sasaran kami sdh terlihat mendekat mereka berbaris jumlahnya sekitar 15 orang dgn seorang perwira yg menunggangi kuda ditengah tengah barisan. Begitu mereka berada dijarak serang kami, satu persatu dari mereka langsung tumbang dengan anak panah kami. Mereka kalang kabut kebingungan tidak menduga akan diserang, entah darimana dan oleh siapa.bidikan kami sangat terarah dan tepat sasaran mengenai leher dan kepala manusia manusia biadab itu, mayat bergelimpangan hingga menyisakan 6 orang saja termasuk perwiranya yang ketakutan. Aku dan jahsen lalu keluar dari persembunyian kami dan langsung mengambil posisi menyerang pedang kami sudah terhunuskan dan prang!..prang! Bunyi pedang beradu satu demi satu prajurit patroli itu meregang nyawa.aku mengayunkan pedangku dan menebasnya dgn tenang dan dingin apalagi melihat kepala yg putus tertebas atau terbelah, sungguh pemandangan itu tidak menggugah nuraniku
Tak terasa sisa satu prajurit yang hidup yaitu perwira mereka yang sengaja kusimpan untuk terakhir, sementara aku melihat jahsen sedang menikmati menggorok seorang prajurit patroli hingga lehernya putus. Perwira itu sangat ketakutan hingga mencoba untuk melarikan diri dengan kudanya tapi sia sia karena sebuah tombak menghentikan langkah kuda itu dan membuatnya tersungkur bersama pengendaranya ketanah. Dengan langkah pelan aku mulai menghunuskan pedangku untuk membabat leher perwira itu tiba tiba. “Tunggu sisakan dia untuk kami!” Teriak seorang pria dibalik semak semak, ternyata dia pria yang tadi ingin ikut denganku tapi dia tidak sendiri hampir semua penduduk desa yg selamat ikut serta sambil membawa senjata seadanya maklum mereka hanya petani.”Orang ini yang memperkosa dan membunuh istriku! Aku menuntut kepalanya!”Katanya dengan tubuh bergetar. Aku melihat kearah jahsen dan dia pun mengangguk setuju.kami pun mundur dan membiarkan perwira itu berteriak minta ampun saat tubuhnya dikoyak,dicincang dan ditebas oleh penduduk desa yang marah dan tak lama kemudian semuanya pun hening.”Sekarang dia sudah mati sekarang kalian mau apa?” Tanyaku kepada penduduk desa.”Kalian akan diburu dan mati seperti binatang” lanjutku. Lalu pria yg tadi menatapku tajam “kami ingin mimpi buruk ini berakhir apapun cararanya dan apapun resikonya kami sudah muak!” Jawabnya berapi api dan didukung penduduk desa yg lain.”Baik kalo kalian ingin mati ayo kita serang markas garnisun mereka” kata jahsen yg disambut gemuruh pendusuk desa
Rencana menyerang markas garnisun sdh kami siapkan dengan matang dan malam ini adalah waktu yg tepat untuk menyerang. tapi tidak semua penduduk desa yang ikut serta, hanya laki laki yang kuat dan tahu menggunakan pedang yang ikut serta total kekuatan kami 70 orang dan langsung dibawah komandoku. Setelah siap kami langsung menuju markas garnisun yang berkekuatan 100 prajurit tapi itu tidak membuat kami gentar. Malam harinya kami sudah tiba dimarkas garnisun tsb kami lalu mengambil posisi untuk menyerang. Sebuah teriakan serang dari mulutku memecah kahaningan malam, kami menyerbu pos itu seperti orang yang kesetanan membabi buta seakan kami berkekuatan 200 orang. Prajurit prajurit di markas itu kalang kabut menghadapi kami, mayatpun berjatuhan, darah membasahi tanah, potongan tubuh bergelimpangan, teriakan pilu dan sumpah serapah terdengar disana sini memekakkan telinga
Setelah bertempur beberapa saat kami meraih kemenangan kecil kami hanya menyisakan komandan markas itu dan istrinya sedang semua prajuritnya tewas mengenaskan sedang dari pihak kami hanya 10 orang yang gugur.”Apa kalia gila! Kalian tahu apa yang akan menimpa kalian dan keluarga kalian jika yang mulia raja dorian mengetahui rakayat jelata seperti kalian menyerang prajurit2 nya haah!” Bentak komandan garnisun tersebut berusaha memberanikan diri.blak! Sebuah hantaman balok membuatnya tersungkur membuat istrinya histeris.”Kami sdh tidak punya apa apa lagi dan kami sudah tidak perduli!..prajurit mu memperkosa dan membunuh istriku..jadi sy rasa tidak ada salahnya kalau aku juga melakukan hal yang sama bukan!”Kata pria tersebut menyeringai, dia lalu menjambak rambut istri komandan garnisun tsb, perempuan itu meronta, menendang bahkan mencakar tapi sebuah pukulan membuatnya tak mampu melawan lagi dia diikat memeluk sebuah tiang.”Oh ya nyonya yang terhormat perkenalkan namaku zerik” kata pria yg juga penuh dendam itu sambil merobek robek pakaian perempuan itu sampai dia telanjang.”Pegang komandan itu buka matanya lebar lebar” perintah zerik kepada teman temannya dan tanpa menunggu lama dia sudah membenamkan penisnya ke dalam vagina istri komandan garnisun itu, membuat perempuan itu terpekik kesakitan. Penis zerik yang masuk secara paksa membuat mata perempuan itu membelalak tangannya memeluk erat tiang dimana dia diikat dan dibelakangnya zerik menghentak hentakkan penisnya secara kasar.”Aah..ah..ahh..ku balaskan dendammu sayaaang!” Teriak zerik sambil menggoyang perempuan itu. Zerik menagis sambil memacu penisnya cukup lama hingga dia pun orgasme dan mengeluarkan spermanya didalam vagina perempuan itu yang meringis kesakitan.”Kapten apa kapten juga ingin mencoba?” tanya zerik kepadaku,aku menggelengkan kepalaku saat ini aku hanya senang melihat darah yang mengalir dipedangku
Hari sudah mulai pagi tapi kami belum selesai. Setelah zerik memperkosa istri komandan terebut kini maju tiga orang yang berbadan tegap melepaskan ikatan perempuan itu dan memaksanya untuk berlutut salah seorang dr mereka mencekik leher perempuan tersebut sampai mulutnya terbuka karena sulit bernapas dan langsung memasukkan penisnya kedalam mulut yg berlumuran darah itu dan membuat perempuan itu tersedak sedang seorang lagi memaksa posisi menungging ke perempuan itu dan sekali hentakan penisnya langsung menyeruak masuk ke vagina perempuan itu.”Eeeeeerrgghhhhh..”Erang perempuan itu matanya terbelalak menerima sodokan kasar itu, sedang pria ke tiga asik meremas remas payudara perempuan itu sambil memainkan penisnya sendiri.plok!plok!plok!bunya sodokan penis itu membuat perempuan itu mengerang entah apa kesakitan atau dia mulai menikmatinya karena dia mulai menjilat penis pria yang satu dengan penuh penghayatan.”Mmmmmhh..ahhh..ahhh..ahhh” desahnya sambil ikut bergoyang.”Pelacurrrr!” Sorak sorai pendudul desa. Tidak lama berselang pria yang dibelakang mencapai orgasmenya dia mengerang sambil meremas payudara perempuan itu tidak lama pria yg didepan mengambil alih posisi dia mulai menggoyang perempuan itu dengan kencang.”Sssshh aah..ah..ahhh..yaah..yaah” desah perempuan itu menikmati pemerkosaan itu tapi tak lama mulutnya terisi penis lagi dan kembali dia mengulumnya dengan lahap.”Yah..yah..aaaahh !” Erang pria yg mengoyang perempuan itu dari belakan plok..plok..plok..plok..bunyi kelamin mereka beradu hingga mereka berdua mengerang dan tubuh mereka mengejang mereka orgasme bersamaan yg disambut riuh yg menontonnya. Aku melihat jahsen sedang sibuk memeriksa prajurit musuh yang mungkin masih hidup nampak jahsen dibantu beberapa orang menusuk nusuk mayat musuh dgn tombak dan kadang memenggal kepala mayat musuh dengan dinginnya.tiba tiba perhatianku kembali tertuju ke pemerkosaan tadi, perempuan mengerang kesakitan saat pantatnya disodomi dari belakang oleh pria yang terakhir dia menyodok pantat itu dengan kasar..brett..brett..brett..bunyi pantat perempuan itu disodok paksa dari belakang. Perempuan itu mencoba meronta tapi sebuah pukulan telak diwajahnya membuatnya pingsan, tapi pemerkosaan itu terus berlanjut saat pria tersebut membalik tubuh perempuan itu dan menghujamkan penisnya dgn kasr ke vagian perempuan tadi dan dihentak hentakkan dengan kasar hingga pria tersebut mengerang kenikmatan dia orgasme dan kembali disambut riuh penonton. Zerik pun mendekati perempuan yg limbung itu dijambaknya rambutnya dan bleessss sekali tebasan pedang kepala wanita itu terpisah dari tubuhnya. Zerik mengangkat kepala itu dan melemparkannya dihadapan komandan garnisun yg sdh tidak berdaya. Dan tak lama kemudian komandan itupun mengalami hal yang sama kepalanya pun terpisah dari tubuhnya oleh pedangku
Pagi itu aku berdiri diatas tumpukan mayat2 yg sdh tidak utuh lagi aku menatap tajam semua pasukanku .”Apa kalia sudah puas?”Tanyaku kepada mereka.”Tidaaaaak!..kami ingin bebas” Jawab mereka serempak.”Baik perjalanan kita masih jauh masih banyak manusia manusia biadab yg akan kita bunuh untuk meraih kebebasan pelan tapi pasti jalan terbuka lebar kalian akan menjadi orang bebas kembali didunia ini atau dialam baka jelas!” Kataku dengan suara lantang yang disambut riuh pasukanku. Siang hari setelah membakar markas dan mayat musuh kami melanjutkan perjalan kami sambil menyusun kekuatan menghimpun penduduk desa desa yang senasib untuk menyambut perang besar dan brutal untuk kembali menjadi orang bebas. Aku melangkah pasti menuju kemedan perang ditemani jahsen dan zerik sebagai letnanku.”Nora tunggu aku langkahku semakin dekat untuk kembali bersamamu syg” janjiku dari dalam hatiku..

Author: 

Related Posts